Jumat, 13 Januari 2012

PENGAJARAN INDIVIDUAL DAN KLASIKAL

PENGAJARAN INDIVIDUAL
2.1 Pengertian Pengajaran Individual
Pengajaran Individual adalah kegiatan mengajar pembelajaran yang menitik beratkan bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individual. Pengajaran individual tidaklah berarti bahwa pengajaran harus berdasarkan atas jalannya satu orang guru dengan satu orang murid akan tetapi pengajaran berjalan secara bersama dan guru harus memberikan pelayanan yang berbeda setiap anak sesuai dengan perbedaan-perbedaan individual siswa. Dengan demikian individual merupakan usaha melengkapi kondisi belajar yang optimum bagi setiap individual.
Walaupun setiap guru hanya menghadapi satu orang murid, karena ketidak mungkinan guru mengetahui dengan tepat kebutuhan individual murid dan memberikan perlengkapan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna sehingga sering kali orang merasa bingung untuk membedakannya, istilah-istilah tersebut yaitu :
1. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya menguatkan, mewadahi dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Dilihat dari pendekatan, yaitu:
a) Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa.
b) Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru.
2. Strategi Pembelajaran
Stratgi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien. Dari pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran ada 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu :
a) Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi kualifikasi hasil dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. Tujuan pembelajaran yakni perubahan propel prilaku dan pribadi peserta didik.
b) Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
c) Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran melalui metode dan teknik pembelajaran.
d) Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur dan patokan ukuran untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan atau criteria dan ukuran baku keberhasilan.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan sebagai metode pembelajaran tertentu.
3. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran diantaranya:
a) Ceramah
b) Demontrasi
c) Diskusi
d) Simulasi
e) Labolatorium
f) Pengalaman Lapangan
g) Debat
Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik, misalnya penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relative, banyaknya membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif.
4. Teknik Pembelajaran
Teknik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual, misalkan terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya.


5. Taktik Pembelajaran
Dalam penyajiannya yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat Bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam teknik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus seni.
6. Model Pembelanjaran
Pada dasarnya merupakan bentuk pembelanjaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau binhkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran 4 kelompok model pembelajaran yaitu :
a) Model interaksi sosial
Pembelajaran yang berinteraksi langsung antara guru dan siswanya.
b) Model pengolahan informasi
Mengolah informasi yang akan di sampaikan kepada siswanya dan mengolah pelajaran yang akan disampaikan kepada siswanya, mana yang baik ataupun yang kurang baik bagi siswa.
c) Model Personal
Pembelajaran yang langsung kepada siswanya secara perorangan.

d) Model modifikasi tingkah laku
Setiap melakukan pembelajaran sebaiknya selalu mengganti suasa agar siswa tidak cepat bosan terhadap pelajaran yang akan diajarkan.
Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
2.2 Ciri-ciri Pengajaran Individual
Cirri-ciri pengajaran individual antara lain:
a. Kecerdasan
Siswa yang kurang tingkat kecerdasannya umumnya belajar lebih lamban khususnya anak retardasi mental, mereka memerlukan banyak latihan yang bermakna, dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar berikutnya.
b. Bakat
Bakat mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan seseorang, untuk mengetahui bakat siswa diperlukan tes bakat, misalnya pada waktu permulaan masuk sekolah.
c. Keadaan jasmani
Kondisi badan, gangguan penyakit, misalnya penglihatan kurang jelas dan lain-lain, akan mempengaruhi efisiensi dan kegairahan dalm belajar.
d. Penyesuaian sosial dan emosional
Penyeuaian sosial dan emosional adalah dua sifat yang erat kaitannya antara satu dengan yang lainnya, berbagai alternatif kondisi sosial dan emosional dapat terjadi di kalangan siswa.

e. Latar belakang keluarga
Keadaan keluarga mempunyai individu siswa, banyak faktor yang bersumber dari keluarga yang dapat menimbulkan perbedaan individual seperti kultur dalam keluarga.
f. Hasil belajar
Perbedaan hasil belajar dikalangan para siswa di sebabkan oleh berbagai alternatif. Faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor kematangan.
g. Siswa yang cerdas dan lamban belajar
Ciri-ciri siswa yang cerdas yaitu mempunyai energy yang lebih besar, dorongan ingin tahunya lebih besar, sikap sosialnya lebih baik, aktif dan lain sebagainya.
Contoh pengajaran individual:
Pengajaran pada anak-anak kuliah yang harus belajar sendiri atau mandiri (individual).
2.3 Pengajaran Klasikal
Pengajaran klasikal adalah model pembelajaran yang biasa kita lihat sehari-hari. Pada model ini guru mengajar sejumlah siswa, biasanya antara 30-40 siswa di dalam sebuah ruangan. Dalam kondisi seperti ini, kondisi belajar siswa secara individual baik menyangkut kecepan belajar, kesulitan belajar dan minat belajar sukar untuk diperhatikan oleh guru. Pada umumnya cara guru dalam menentukan kecepatan menyajikan dan tingkat kesukaran materi pada informasi kemampuan siswa secara umum.
Guru tapaknya sangat mendominasi dalam menentukan semua kegiatan pembelajaran. Banyaknya materi yang akan diajarkan, urutan materi pelajaran, kecepatan guru mengajar dan lain-lain sepenuhnya ada ditangan guru. Metode pembelajaran klasikal konvensional biasanya menuntut disiplin yang tinggi dari para siswa, dan guru memiliki otoritas penuh di ruang kelas. Pelajaran klasikal cenderung digunakan oleh guru apabila dalam proses pelajarannya lebih banyak bentuk penyajian materi dari guru. Penyajian lebih menekankan untuk menjelaskan sesuatu materi yang belum diketahui atau dipahami siswa. Metode yang digunakan cenderung metode ceramah dan tanya jawab bervariasi.
Pembelajaran klasikal akan memberi kemudahan bagi guru dalam mengorganisasi materi pelajaran, karena dalam pelajaran klasikal secara umum materi pelajarannya akan seragam diserap oleh siswa. Pembelajaran klasikal dapat digunakan apabila materi pelajaran lebih bersifat informatif atau fakta. Proses pembelajaran klasikal dapat membentuk kemampuan siswa dalam menyimak atau mendengarkan, membentuk kemampuan dalam mendengarkan dan kemampuan dalam bertanya.
2.4 Model pengajaran klasikal
Pengembangan kecakapan hidup didasarkan atas pokok-pokok pemikiran bahwa hasil proses pembelajaran. Selain berupa penguasaan siswa terhadap kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran tertentu, juga berupa kecakapan lainnya yang secara implisit diperoleh melalui pengalaman belajar. hasil samping yang positif atau bermanfaat.
2.5 Tujuan Pengajaran Klasikal
Pengajaran klasikalmerupakan kemampuan belajar yang utama. Hal itu disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan mengajar yang tergolong efisien. Secara ekonomis,pembiayaan kelas studi lebih murah, oleh karena itu ada jumlah minimum pembelajar atau siswa dalam kelas. Jumlah pembelajar atau siswa tiap kelas pada umumnya berkisar antara 10-45 orang. Dengan jumlah tersebut seorang pembelajar atau siswa masih dapat belajar secara klasikal berarti melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yaitu pengelolaan pelajaran. Pengelolaan kelas adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar.
Contoh pengajaran klasikal:
Terdapat pada sekolah tingkat SD,SMP, SMA sederajat yang di lakukan oleh guru dalam kehidupan sehari-hari.
2.6 Perbedaan Pengajaran Individual dan Klasikal
Bantuan dan bimbingan belajar kepada individual juga ditemukan pada pembelajaran klasikal, tetapi prinsipnya berbeda. Pada masing-masing pribadi, sedangkan pada pembelajaran klasika pembelajaran memberi bantuan individual secara umum. Prinsip-prinsip perbedaan pengajaran indivisual dan klasikal yaitu :
1) Perhatian dan motivasi, perhatian mempunyai peranan di dalam kegiatan belajar.
2) Keaktifan menurut psikologi anak adalah makhluk yang aktif
3) Keterlibatan langsung/ pengalaman belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa, belajar adalah mengalami sendiri dan tidak bisa dilimpahkan pada orang lain.
4) Perbedaan individual siswa merupakan makhluk individual yang unik yang mana masing-masing mempunyai perbedaan yang khas.
Sebagai ilustrasi, bantuan pembelajaran kelas tiga kepada pembelajaran yang membaca dalam hati dan menulis karangan adalah pembelajaran individual, pada membaca dalam hati secara individual pembelajaran menemukan kesukaran sendiri-sendiri.
Kelebihan pengajaran individual dan klasikal:
- Guru dapat mengetahui atau dapat membedakan antara siswa yang satu dengan yang lainnya.
- Guru dapat mengetahui pelajaran yang belum dimengerti oleh siswanya
- Guru dapat membedakan antara yang pintar dan yang belum pintar pada saat memberikan nilai.
- Kelemahan pengajaran individual dan klasikal:
- Guru dapat mengontrol siswa-siswa dalam kegiatan belajar.
- Siswa biasanya malas belajar sendiri karena siswa tidak ada motivasi belajar pada belajar sendiri.
- Pada saat belajar siswa sibuk dengan kegiatannya masing-masing tidak mau melihat kepapan tulis atau mendengarkan guru yang sedang menerangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
mahasiswi STKIP YPM bangko jurusan MIPA prodi matematika

Pengikut